Semenjak akhir tahun yg lalu, pegawai di lingkungan pemerintah daerah kabupaten kebumen memiliki kartu pegawai elektronik (kpe). Kpe ini konon merupakan program dari pemerintah pusat untuk mempermudah administrasi pegawanya. Sangat beragam fungsinya. Dari kartu identitas, asuransi, bahkan kartu atm. Sungguh sakti kartu ini.
Namun baru pertengahan tahun kartu ini dapat digunakan oleh pegawainya untuk bertransaksi keuangan. Dikarenakan proses administrasi oleh bank daerah yg belum memungkinkan serentak. Perlu sosialisasi di sana-sini. Itupun masih banyak yang takut memfungsikan sebagai kartu Atm. Maklumlah banyak yang tidak akrab dengan perangkat modern semacam mesin atm. Jadi kalo tanggal muda datang ke bank daerah pasti menjumpai antrian yg bukan main panjangnya.
Sejak bulan juni sayapun memakainya layaknya kartu atm. Sebulan paling tidak tiga kali memasukan kartu untuk bertransaksi tunai maupun nontunai. Dompet adalah tempat persembunyiannya dikala tidak terpakai.
Sampai dengan bulan desember ini saat awal bulan saya heran melihat kartu kpe yang akan saya pergunakan terbelah tiga. Seperti kertas tipis berlapis plastik laminating, sampai terlihat chip yang ada didalamnya. Kartupun urung saya masukan mesin atm. Takut kenapa-napa. Sampai akhirnya saya berpikir untuk membuat kartu atm dari bank yang sama. Karena tidak mudah untuk mengganti kartu kpe ini.
Sayapun datang ke csr bank daerah terdekat. Sayangnya saya salah informasi sehingga terlambat diluar jam ᑿ. Jadi saya tidak bisa membuat rekening baru. Di sana kartu saya cuma dilem pake lem kertas yg cair botolan. Dan diserahkan kembali untuk dipakai seperti biasanya.
Saya cukup heran menurut cs tadi sudah banyak yang komplain masalah kartu yang rusak. Kalo dibandingkan dengan kartu atm dari bank lain yang saya miliki usianya sudah 4 tahunan lebih tua tapi kondisinya masih prima. Jadi amat sangat disayangkan kartu pegawai elektronik dengan segenap fungsi dan manfaatnya ini mudah sekali rusak.
Lalu pertanyaannya berapa besar dana yang digunakan untuk proyek kpe ini, mengapa kualitasnya cuma segini. Bagaimana dengan kualitas ktp elektronik nanti yanh kabarnya akhir tahun ini akan dibagikan? Sayang kalo kualitasnya tidak bagus. Mubazir uang rakyat kalo hasilnya kurang memuaskan.
Sekian...
Posting dari Gmail
-
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.
-
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.
-
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.
-
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.
-
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.
Kualitas Kartu Pegawai Elektronik
Posting via Email
Barangkali saya orang yang paling katrok.. karena baru kali ini memposting blog via email. Layanan posterous ini memang simple.
Ketika posting via dasboard pun tidak banyak hal yg mengesankan rumit. Hanya semacam tab formating kalo di aplikasi pengolah kata yg nampak disana.
Caranya cukup kirim tulisan ataupun gambar ke post@posterous.com.
Cukup sekian. postingan yg sedang anda baca ini saya kirim dari aplikasi gmail android saya :)
Mau jadi apa anak bangsa tanpa TIK...?
Kaget, heran dan tak percaya. Mapel TIK yang selama ini saya ajarkan akan dihapus dari struktur kurikulum SMP. dasar pemikirannya adalah tik dijadikan sebagai media dalam pembelajaran dikelas pada semua mapel. Hal ini tentu saja positif jika semua mapel sudah memanfaatkan tik pembelajaran diharapkan lebih menarik.Terlepas apakah sudah mampu memanfaatkan media yang ada atau belum.
Permasalahannya kenapa mapel TIK tidak diajarkan untuk siswa. Apakah asumsinya siswa sudah mampu menggunakan TIK dalam kesehariannya, sehingga tidak perlu diajarkan. Ataukah jangan-jangan karena gurunya belum menguasai jadi tidak mungkin siswanya menguasai lebih dahulu. Gengsi dong.. hehe :mrgreen:
Miris memang. Ketika saya mengajar TIK bisa dikatakan ini adalah mapel favorit mereka selain olahraga. Di saat kejenuhan dengan mapel teorertis yang membuat penat, TIK seolah mampu mengasah kemampuan kognitif dan psikomotoriknya dengan seimbang. Selain itu ada hal yang penting terkait dengan sikap moral dalam pemanfaatan TIK. Setidak-tidaknya siswa lebih terarah dalam memanfaatkan sarana TIK yang ada.
Semoga dengan adanya perubahan kurikulum nanti tidak serta merta menghilangkan hal-hal yang sudah baik dan semestinya ditingkatkan. bukannya menghilangkan. jika permasalahannya pada penyampaian guru mesti menggunakan media tik silahkan saja, tetapi jangan hilangkan TIK sebagai mapel favorit siswa. Karena ini sama saja pembodohan sebuah generasi, mau jadi apa bangsa ini??
Materi Sosiologi Itu Sesuatu...
Sebelumnya saya selama lima tahun full mengajar TIK. Jadi ketika mendapat mapel IPS saya seperti dilahirkan kembali ke dunia yang sangat asing. Untung saja masih ada rekan yang bisa saya ajak berbagi. Ada guru IPS lain yang dari Jurusan Sejarah, ada yang dari Geografi. Jadi 2 materi kemaren saya bisa banyak bertanya kepada beliau.
Namun pada materi ke tiga kali ini materinya tentang Sosiologi. Nah di tempat saya mengajar tidak ada guru yang mempunyai keahlian Sosiologi. Jadi saya merasa kesulitan ketika harus menyampaikan materi ini kepada peserta didik. Seperti membedakan antara Imitasi dengan Identifikasi. Jika pada contoh imitasi meniru gaya rambut, gaya pakaian, identifikasipun ilustrasi yang digunakan salah satu buku BSE juga memberikan hal yang sama..
Terus bagaimana ini, jangankan berpikir strategi, materi saja pun saya belum menguasai. Teringat akan guru sosiologi SMA saya, beliau aslinya guru bahasa Jerman. Tetapi karena tidak ada jurusan bahasa, beliau mengajar Sosiologi. Jadi kalo dulu saya merasa mengantuk, jangan-jangan sekarangpun banyak murid saya yang mengantuk.. wadaw... :mrgreen:
Tulisan pertamax....!
Jika blog sebelumnya berkutat pada masalah hobby, blog ini saya manfaatkan untuk hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan saya.
Semoga dengan blog baru ini semakin meningkatkan semangat dan wawasan saya tentang pendidikan dan pembelajaran. Mohon dukungan rekan sekalian.
Salam dari tepi barat Kebumen - Jawa Tengah





